Hujan di Sepanjang Hari Dimuara Wajahku
Usiaku tak lagi
pagi. Kini usiaku sudah siang.
Tapi entah hujan
sedari pagi tak juga berhenti meski telah siang.
Berawal dari
mendung yang tak terbendung lagi kala itu, musim hujan dihidupku tak juga reda.
Ia terus deras hingga saat ini.
Sesekali memang
berhenti, tapi deras lagi. Tidak ada kering, tapi tidak juga sejuk. Mungkin karena
terlalu lama hujan. Yang ada hanya dingin yang menyakiti.
Ada yang semakin
membeku didalam diriku.hujan sepanjang hari dihidupku membuat hatiku beku. Aku khawatir
lama lama hatiku bisa pecah.aku berharap mentari datang menghangatkan beberapa
jam untukku. Atau paling tidak tidak perlu hujan sepanjang hari lagi.
Setiap kali
orang bertanya mengapa aku selalu didalam rumah, aku hanya menjawab karena
diluar hujan. Mereka hanya tertawa meledekku bercanda.
Katanya beberapa
bulan sudah tidak hujan. Musim hujan sudah berlalu 3 bulan lalu dan sekarang
kemarau datang. Benarkah ?
Mengapa hatiku terus
beku ? mengapa semuanya terasa dingin ?
Bukankah hujan
sedari pagi sebabnya ?
Ternyata bukan,
aku salah. diluar memang tidak hujan.
Dinginnya ternyata
dari air mata yang sejak lama tak berhenti.
Dan membuat hariku selalu hujan dan hatiku membeku
tak merasakan apa-apa.
Komentar
Posting Komentar